Langsung ke konten utama

Postingan

Tantang Bagi Pelaku Dakwah

  Tantangan nyata di Dakwah Pelosok “ Tantangan  adalah suatu hal atau usaha bertujuan atau bersifat menggugah kemampuan.  Hambatan  adalah suatu hal atau usaha berasal dari diri sendiri yang bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.” Kompas.com. (Selasa, 28 Januari 2020). Dalam setiap perjuangan ada banyak tantangan, siapa yang ingin mendapatkan sesuatu dia harus memperjuangkannya sekuat tenaga, mengeluarkan harta, mengeluarkan keringat dan kemampuan. Pengetahuan pun dikeluarkan untuk memuluskan apa yang diinginkan. Di dalam berdakwah pun demikian terlebih dakwah pelosok banyak tantangan dan atau hambatan yang mesti diurai agar dapat memuluskan jalannya dakwah. Tantangan yang menghambat dalam dakwah pelosok terbagi menjadi dua kategori yaitu internal dan eksternal. Hambatan yang bersifat internal adalah segala sesuatu hal atau perkara yang dapat memperlambat jalannya suatu program karena adanya hambatan dari diri para pelakunya send...
Postingan terbaru

Jangan Memonopoli Dakwah

  Suatu keniscayaan dalam menggolkan satu perkara yang besar tidak bisa dilakukan secara parsial dan atau sendirian, mesti memerlukan partner untuk bekerja sama merencanakan program-program dan melaksanakannya. Sejarah mengatakan bahwa dakwah parsial hanya akan menghasilkan kubu-kubuan. Persatuan Islam sebagai salah satu tujuan pun akan sulit tercapai jika para pelaku dakwah masih gontok-gontokan saja. Banyaknya organisasi Islam sudah cukup menjadi alasan penyebab renggangnya ikatan kebersamaan, masing-masing organisasi memiliki program dakwah sendiri. Ditambah lagi   di ranah politik pun Islam masih belum bisa disebut bersatu. Kendati mayoritas penduduk di Indonesia menganut Islam namun keterbelahan pilihan politik menyebabkan Islam tak punya suara yang signifikan di parlemen. Melihat kenyataan ini haruslah para tokoh Islam mencari titik temu yang sama agar metode dakwah yang berbeda ini tidak menyebabkan pertentangan antar sesama kaum Muslimin. Terutama akar rum...

Kewajiban Siapakah Berdakwah?

  Dalam setiap masa kehidupan ketika kita berkaca dari sejarah masa lampau, kita akan mendapatkan pasang surut ritme ketaatan spiritual masyarakat terhadap Tuhannya. Sejarah dimulai dari peran nabi Nuh as. ketika mendakwahi umatnya. Jeda waktu yang begitu panjang dari nabi Adam as. Ke masa nabi Nuh as. Sekitar sepuluh abad menurut Ibnu Abbas, menjadi penyebab utama melencengnya akidah umat kala itu. kaum nabi Nuh as. menjadikan para tokoh spiritual mereka disembah dan dipuja layaknya Tuhan, bahkan mereka berani meminta-minta kepada patung-patung tokoh mereka yang semula dibuat hanya untuk memperingati jasa mereka. Nama para tokoh tersebut yakni, Wadd, Ya’uq, Yagust,   Suwwa dan Nasr. Nabi Nuh as. Tampil memberikan pencerahan kepada umatnya. Namun apa yang diterima nabi Nuh as. selain celaan dan cercaan saja, hingga nabi Nuh as. disangka gila karena ide pembuatan kapal di atas sebuah gunung. Beratus tahun berdakwah mengajak umat kembali ke jalan yang benar, tetapi han...

Dakwah dengan Teladan Bukan Paksaan

  “ Seorang Muslim yang sadar akan tujuan agamanya akan dapatlah memahamkan bahwasanya tujuan suatu dakwah inilah yang terutama, yaitu menjelaskan kebebasan dan kemerdekaan diri, di bawah lindungan Allah SWT semata. ”(HAMKA) Awal mula dakwah Nabi saw. mencontohkan dengan teladan, begitu juga para Rasul sebelumnya tidak ada seorang pun kecuali mereka memberi contoh terlebih dahulu sebelum mereka mengajak orang lain. Karena hakikat dakwah adalah sampainya apa diajakkan kepada objek dakwah, sehingga tidak mungkin sampai tanpa ada teladan. Tentang keteladanan ini Allah Swt. telah jelaskan dalam firman-Nya, " Sungguh pada diri Rasulullah itu ada teladan yang baik bagi kalian. " (Al-Ahzab. 21) Ya, memang benar Rasulullah saw. tidak pernah memerintah seseorang atau melarang seseorang, sebelum beliau sendiri yang mengerjakannya atau beliau sendiri yang memulai untuk meninggalkannya. Dalam hal sedekah, Baginda selalu memberi contoh yang baik, sehingga Beliau terkenal sekali ...

Makna Pertolongan Allah Sangat Dekat

  Saat manusia merasa dirinya rapuh dan lemah, maka sandaran satu-satunya yang ada ialah pasrah sepenuhnya kepada Tuhan. Tapi terkadang egoisme manusia selalu menghalangi atau membodohi hati nurani sendiri. Timbullah rasa bisa berusaha meraih apa yang diinginkan tanpa bantuan orang lain, sekalipun bantuan Tuhan. Keluar dari karakter sejatinya seorang makhluk, namun nurani tak bisa dibohongi. Bahkan  di tengah kesendirian hati itu menemukan sandarannya. Mengeluh kepada Tuhan, siapa tahu Dia akan mengabulkan segala keinginannya dan menjawab semua gundah-gulanahnya. Dan karakter manusia pun muncul ketika do'a nya tak segera dikabul. Manusia sebagai makhluk yang mempunyai sifat tergesa-gesa, ingin mewujudkan apa di minta sesegera mungkin, instan kalau bisa. Kadang ia lupa bahwasanya manusia diciptakan melalui proses "evolusi." Maka hukum alamnya pun akan berlaku begitu selamanya. Tidak ada yang instans dalam kehidupan ini semuanya serba berproses, adapun permohonan (do'a)...

Tentang Poligami, Sebuah Reenterpretasi yang Salah Kaprah

Oleh: Dudi safari Di masa sebelum Masehi, kaum lelaki memandang bahwa perempuan itu tak ubahnya sebagai barang dagangan bahkan bisa diwariskan. Pada masa Romawi kuno kaum wanita sudah terbiasa diwariskan sang ayah kepada anaknya. Jika sang anak itu suka maka bisa saja dia mengawini ibunya. Selain itu juga wanita dianggap sebagai kaum yang hina dan lemah karena tidak bisa berperang dan terkesan menjadi beban saja. Namun jika yang lahir itu seorang anak lelaki, maka akan menjadi kebanggaan keluarganya dan dianggap bisa mengangkat derajat keluarganya. Bahkan waktu itu memadu wanita adalah hal yang sangat biasa sekal Seorang pria bisa memiliki istri lebih dari satu bahkan 10 istri atau lebih pun menjadi hal yang lumrah. Tak hanya itu saudara kandung kakak beradik pun menjadi hal yang biasa saja ketika dimadu (poligami). Karena pandangan orang pada waktu itu perempuan tak lebih hanya sebagai pemuas nafsu saja dan seperti barang yang bisa ditukarkan serta diperjual belikan. Tak berbeda jauh ...

Lika liku Dakwah

Dakwah secara bahasa artinya mengajak . Secara istilah berarti mengajak orang lain untuk mengikuti ajaran-ajaran Allah SWT yang di contohkan oleh Nabi Muhammad saw. Sudah menjadi suatu kata yang familier bahwasanya dakwah itu selalu disematkan kepada suatu ajakan kebaikan di dalam Islam. Namun sebenarnya dakwah itu tidak hanya tertuju bagi seorang Muslim saja, bisa saja kata dakwah dipakai oleh Setan. Dalam hal ini Setan tak henti-hentinya berdakwah mengajak manusia untuk mengikuti jejaknya menjadi penghuni neraka. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kata dakwah itu disandarkan dengan kata Islam, menjadi dakwah Islamiyah. Artinya mengajak untuk berserah diri kepada Allah SWT. Selain dakwah ada juga kata lain yaitu Tablig. Artinya menyampaikan. Dalam hal ini menyampaikan kebenaran yang bersumber dari Allah dan Rasul-Nya. Kalau dakwah pelakunya disebut Da’i, sementara tablig pelaku disebut Muballig. Secara esensi artinya sama saja. Setiap orang yang mengaku dirinya seorang Muslim dan ...