Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Dakwah dengan Teladan Bukan Paksaan

  “ Seorang Muslim yang sadar akan tujuan agamanya akan dapatlah memahamkan bahwasanya tujuan suatu dakwah inilah yang terutama, yaitu menjelaskan kebebasan dan kemerdekaan diri, di bawah lindungan Allah SWT semata. ”(HAMKA) Awal mula dakwah Nabi saw. mencontohkan dengan teladan, begitu juga para Rasul sebelumnya tidak ada seorang pun kecuali mereka memberi contoh terlebih dahulu sebelum mereka mengajak orang lain. Karena hakikat dakwah adalah sampainya apa diajakkan kepada objek dakwah, sehingga tidak mungkin sampai tanpa ada teladan. Tentang keteladanan ini Allah Swt. telah jelaskan dalam firman-Nya, " Sungguh pada diri Rasulullah itu ada teladan yang baik bagi kalian. " (Al-Ahzab. 21) Ya, memang benar Rasulullah saw. tidak pernah memerintah seseorang atau melarang seseorang, sebelum beliau sendiri yang mengerjakannya atau beliau sendiri yang memulai untuk meninggalkannya. Dalam hal sedekah, Baginda selalu memberi contoh yang baik, sehingga Beliau terkenal sekali ...

Makna Pertolongan Allah Sangat Dekat

  Saat manusia merasa dirinya rapuh dan lemah, maka sandaran satu-satunya yang ada ialah pasrah sepenuhnya kepada Tuhan. Tapi terkadang egoisme manusia selalu menghalangi atau membodohi hati nurani sendiri. Timbullah rasa bisa berusaha meraih apa yang diinginkan tanpa bantuan orang lain, sekalipun bantuan Tuhan. Keluar dari karakter sejatinya seorang makhluk, namun nurani tak bisa dibohongi. Bahkan  di tengah kesendirian hati itu menemukan sandarannya. Mengeluh kepada Tuhan, siapa tahu Dia akan mengabulkan segala keinginannya dan menjawab semua gundah-gulanahnya. Dan karakter manusia pun muncul ketika do'a nya tak segera dikabul. Manusia sebagai makhluk yang mempunyai sifat tergesa-gesa, ingin mewujudkan apa di minta sesegera mungkin, instan kalau bisa. Kadang ia lupa bahwasanya manusia diciptakan melalui proses "evolusi." Maka hukum alamnya pun akan berlaku begitu selamanya. Tidak ada yang instans dalam kehidupan ini semuanya serba berproses, adapun permohonan (do'a)...

Tentang Poligami, Sebuah Reenterpretasi yang Salah Kaprah

Oleh: Dudi safari Di masa sebelum Masehi, kaum lelaki memandang bahwa perempuan itu tak ubahnya sebagai barang dagangan bahkan bisa diwariskan. Pada masa Romawi kuno kaum wanita sudah terbiasa diwariskan sang ayah kepada anaknya. Jika sang anak itu suka maka bisa saja dia mengawini ibunya. Selain itu juga wanita dianggap sebagai kaum yang hina dan lemah karena tidak bisa berperang dan terkesan menjadi beban saja. Namun jika yang lahir itu seorang anak lelaki, maka akan menjadi kebanggaan keluarganya dan dianggap bisa mengangkat derajat keluarganya. Bahkan waktu itu memadu wanita adalah hal yang sangat biasa sekal Seorang pria bisa memiliki istri lebih dari satu bahkan 10 istri atau lebih pun menjadi hal yang lumrah. Tak hanya itu saudara kandung kakak beradik pun menjadi hal yang biasa saja ketika dimadu (poligami). Karena pandangan orang pada waktu itu perempuan tak lebih hanya sebagai pemuas nafsu saja dan seperti barang yang bisa ditukarkan serta diperjual belikan. Tak berbeda jauh ...

Lika liku Dakwah

Dakwah secara bahasa artinya mengajak . Secara istilah berarti mengajak orang lain untuk mengikuti ajaran-ajaran Allah SWT yang di contohkan oleh Nabi Muhammad saw. Sudah menjadi suatu kata yang familier bahwasanya dakwah itu selalu disematkan kepada suatu ajakan kebaikan di dalam Islam. Namun sebenarnya dakwah itu tidak hanya tertuju bagi seorang Muslim saja, bisa saja kata dakwah dipakai oleh Setan. Dalam hal ini Setan tak henti-hentinya berdakwah mengajak manusia untuk mengikuti jejaknya menjadi penghuni neraka. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kata dakwah itu disandarkan dengan kata Islam, menjadi dakwah Islamiyah. Artinya mengajak untuk berserah diri kepada Allah SWT. Selain dakwah ada juga kata lain yaitu Tablig. Artinya menyampaikan. Dalam hal ini menyampaikan kebenaran yang bersumber dari Allah dan Rasul-Nya. Kalau dakwah pelakunya disebut Da’i, sementara tablig pelaku disebut Muballig. Secara esensi artinya sama saja. Setiap orang yang mengaku dirinya seorang Muslim dan ...

Kritik Bagi Para Pencela Dakwah

  Bagaimana mungkin risalah ini akan sampai jika belum apa-apa sudah ada yang mencela, para   pencela   pun terkadang bukan orang lain, tapi dari kalangan internal sendiri. Sedangkan  dakwah  ini perlu support dari berbagai pihak namun apa dikata bahwa setiap perjuangan itu memang ada tantangannya. Kritikan itu ada dua macam yaitu bersifat konstruktif dan destruktif. Konstruktif adalah setiap kritikan yang ditujukan untuk memperbaiki arah perjuangan sehingga para pelaku dakwah itu tak lepas arah berjalan tetap diatas koridor Ilahi, meliputi niat yang ikhlas dan manajemen dakwah yang baik dan rapih. Sementara kritikan yang bersifat destruktif adalah kritikan yang membabi buta yang berasal dari kedengkian hati. Mungkin takut tersaingi, atau ketakutan alasnya di ambil dan ketakutan-ketakutan tak berdasar lainnya. Namun bagi pelaku dakwah janganlah pesimis malah sebaliknya harus tetap optimis jadikan semua kritikan sebagai cambuk yang menyemangati setiap gerak langk...

Keterbukaan Akal dan Kebekuan Berpikir

  Tidak sama antara orang yang berdiam diri dengan orang yang penuh gairah inovasi. Perubahan tidak akan didapat tanpa ada gerakan maka bergerak menjadi sesuatu yang wajib adanya.  Melangkah maju ke depan wujud dari eksistensi bahwa seseorang itu masih ada tanda kehidupan. Duduk berdiam diri tanpa memacu diri untuk menciptakan sesuatu atau berkarya tentang sesuatu adalah juga salah satu ciri dari pemalas. Di zaman persaingan ini yang diam tentu saja akan tergilas. Sementara para pemacu ide terus mengeksplorasi pikirannya untuk mewujudkan sesuatu. Mereka mempunyai visi dan misi dalam hidup ini. Bagaimana caranya mewujudkan kemenangan atau paling tidak bertahan mempertahankan kehidupannya. Suatu kemerdekaan tak akan tercapai tanpa adanya  perjuangan . Bagaimana jadinya jika founding fathers kita berdiam diri menyerah kepada keadaan membiarkan para penjajah menguras  habis bumi nusantara kita, mendikte kemanusiaan kita. Tentu penjajahan akan berlangsung abadi. Maka deng...

Mengapa Penyeru Kebenaran Banyak Penentangnya

  Tak diragukan lagi setiap kebenaran pasangannya adalah kesalahan dan seperti hukum alam yang lainnya ada kanan ada kiri ada atas ada bawah dan seterusnya. Semua itu  maklum adanya karena kita hidup didunia yang dinamis dan semua dorongan untuk menyerang dan bertahan sudah menjadi pemandangan keseharian. Contohnya, copet di terminal naluri hewani yang ada pada manusia terpaksa mendorong dirinya untuk mencuri, pun demikian di sisi lain para pengguna kendaraan mesti berhati-hati ketika berada di suasana keramaian terminal jangan-jangan ada pencopet yang hendak mencuri barang bawaannya. Dari masing-masing sikap ini membuktikan bahwa keduanya mempunyai naluri yang saling bertentangan. Dan itu sudah lumrah atau alamiah sudah menjadi insting manusia yang masing-masing bertujuan untuk memenuhi hasrat dirinya, si pencopet berkeinginan memenuhi rasa laparnya sementara pengunjung berhasrat mempertahankan hartanya dengan cara memproteksi diri berhati-hati jika ada di kerumunan terminal....