Langsung ke konten utama

Mengapa Penyeru Kebenaran Banyak Penentangnya

 Tak diragukan lagi setiap kebenaran pasangannya adalah kesalahan dan seperti hukum alam yang lainnya ada kanan ada kiri ada atas ada bawah dan seterusnya.

Semua itu  maklum adanya karena kita hidup didunia yang dinamis dan semua dorongan untuk menyerang dan bertahan sudah menjadi pemandangan keseharian.

Contohnya, copet di terminal naluri hewani yang ada pada manusia terpaksa mendorong dirinya untuk mencuri, pun demikian di sisi lain para pengguna kendaraan mesti berhati-hati ketika berada di suasana keramaian terminal jangan-jangan ada pencopet yang hendak mencuri barang bawaannya.

Dari masing-masing sikap ini membuktikan bahwa keduanya mempunyai naluri yang saling bertentangan.

Dan itu sudah lumrah atau alamiah sudah menjadi insting manusia yang masing-masing bertujuan untuk memenuhi hasrat dirinya, si pencopet berkeinginan memenuhi rasa laparnya sementara pengunjung berhasrat mempertahankan hartanya dengan cara memproteksi diri berhati-hati jika ada di kerumunan terminal.

Dakwah itu memiliki dua sisi, pertama dakwah amar makruf kedua nahi munkar. Dalam dua sisi inilah yaitu amar ma'ruf nahi munkar yang notabene menyebarkan kebaikan pasti secara natural akan menuai pro dan kontra.

Rasul SAW pertama kali menebarkan dakwah Islam mengajak umat manusia mengajarkan cara beribadah kepada sang Maha Kuasa, kita bisa melihat bagaimana penolakan kaum Quraisy kepada dakwah beliau dan hanya sedikit sekali yang menerima seruannya.

Pada saat itu hanya empat orang saja, yaitu istrinya Khodijah binti Khuwailid, teman akrabnya Abdullah bin Abi Quhafah yang kelak digelari Abu Bakar Ash-Shiddiq karena totalitas dukungannya terhadap Rasulullah SAW, terutama saat kejadian Isra' Mikraj.

Kemudian Ali bin Abi Thalib yang sekaligus saudara sepupu dan kelak menjadi menantunya  karena Ali bin Abi Thalib putrinya yaitu Sayidah Fatimah Az Zahra putri Nabi SAW.

Yang keempat adalah Zain bin Haritsah anak angkat Nabi SAW. Hanya empat orang inilah yang mendukung dan menerima dakwah Nabi SAW, sebelum Islam di kemudian hari menguasai Jazirah Arab dan besar seperti sekarang ini.

Namun penentangan atau penolakan terhadap dakwah Nabi SAW, jauh lebih kuat daripada penyambutannya. Kaum Quraisy yang di tokohi oleh Abu Jahal, Abu Lahab dan kawan-kawan, malah membuat konspirasi jahat untuk membunuh Nabi SAW.

Di kala Islam semakin tumbuh meluas di tiga tahun pertama dakwah Nabi SAW. Maka intimidasi para pembenci semakin menjadi-jadi. Kebanyakan pengikut Nabi SAW di awal mula dakwah adalah orang-orang miskin dari kalangan hamba sahaya dan orang-orang lemah yang tidak punya daya tawar politik maupun finansial.

Sehingga para pembenci leluasa menyiksa para pengikut Nabi SAW. Seperti, Bilal bin Rabah, Ammar bin Yaser sekeluarga, Khabab bin Arat sekeluarga dan lain-lain. Sementara Islam pada saat itu tidak punya kekuatan apa pun yang bisa mencegah kesewenang-wenangan para tokoh Quraisy tersebut.

Kecuali Rasul SAW berpesan agar tetap bersabar sampai pertolongan Allah datang kepada mereka.

Itulah sekilas gambaran yang bisa kita ambil bahwa sanya setiap pelaku dakwah akan menuai pro dan kontra, juga bagi siapa saja yang membawa perubahan akan berhadapan dengan para penentang  dan itu merupakan batu ujian sejauh mana perubahan itu akan tetap eksis dan mampu mengubah zaman.

Komentar